CS1 :
CS2 :
Berita Terbaru:

Berita

Pariwisata

Sosial Masyarakat

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Jagung Varietas P27 Gajah Dikenalkan

Sabtu, 21 Januari 2012

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Para petani di Kecamatan Buluspesantren, Kebumen dikenalkan jagung hibrida varietas baru. Jagung varietas Pioneer P27 Gajah dikenalkan oleh PT DuPont Indonesia bekerjasama dengan UPT Dinas Pertanian dan Peternakan Kecamatan Buluspesantren dalam temu lapang di Desa Ayamputih, Buluspesantren, Jumat (20/1).
Jagung jenis ini telah berhasil ditanam oleh warga setempat dan diakui meningkatkan produksi jagung. Lahan percontohan seluas 2800 meter (200 ubin) agak berpasir milik Mbah Manis tersebut terletak sekitar 400 meter dari pantai. Ditanam awal November 2011, batang tanaman jagung P27 sudah terlihat besar kokoh dan kuat, daunnya hijau tua bersih, tongkol besar. Tak heran jika jagung yang berumur 80 hari itu membuat petani yang hadir tergoda oleh penampilannya.
Sales Agronomist PT DuPont Indonesia Choeru Tabiin SP MM menjelaskan, pada dasarnya P27 sangat mudah dibudidayakan. Mulai pengaturan jarak tanam, cara, dosis pemupukan pemeliharaan dan pengendalian gulma dan lainnya telah diterangkan di brosur. Secara sifat dan karakter P27 mempunyai keunggulan batang yang besar kokoh dan kuat, daun hijau tua dan bersih, tongkol besar, pengisian muput, punya rendemen tinggi, perakaran yang sangat baik,tidak mudah roboh.
"Jagung P27 Gajah cocok di tanam pada musim penghujan. Apa lagi pada tanah yang mempunyai kesuburan tinggi hasil produksinya akan lebih tinggi," ujar Choeru tabiin kepada Suara Merdeka di sela-sela acara.
Purwoko dari UPT Dinas Pertanian dan Peternakan Buluspesantren mengatakan, kepedulian PT Dupont Indonesia untuk meningkatkan kesejahteran para petani terus dilakukan melalui pencarian varietas baru seperti mengenalkan P 27. Tidak hanya jagung, komoditas baru padi Hipa8 di tiap-tiap desa banyak ditemukan tanaman percontohannya.
"Akan tetapi gencarnya pengenalan produk baik melalui percontohan tanaman maupun sosialisasi belum diimbangi penyediaan barang di tiap kios. Sehingga ketika petani butuh kesulitan mendapatkannya," ujarnya.
Hal senada disampaikan, Ketua Kelompok Tani Pasir Madu yang tergabung dalam Gapoktan Lang Perkasa Slamet. Slamet yang mewakili kepala Desa Ayamputih mengatakan, penyediaan barang masih belum stabil kadang-kadang menghilang. "Untuk penyediaan barang atau distribusi terus dilakukan upaya agar mudah didapatkan," ujar Ketua Mitra Andalan Pioneer Tholani menanggapi keluhan itu.

Truk Bermuatan 45 Ton Pupuk Terguling


KEBUMEN, suaramerdeka.com - Sebuah truk gandengan yang bermuatan 45 ton pupuk Ponska terguling di jalan lingkar selatan Kebumen, persisnya di sebelah barat Rumah Makan Pelangi, Jumat (20/1) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal yang terjadi sekitar pukul 24.15 tersebut.
Muhammad Suud (43), pengemudi dan satu-satunya penumpang truk bernomor polisi L 89906 US itu tidak mengalami luka yang berarti. Namun warga Kabupaten Jombang, Jawa Timur tersebut masih tampak shock atas kejadian itu.
Menurut penuturan Suud, truk Nisan Diesel yang dikemudikannya berangkat dari PT Petrokimia Gresik pada Selasa (17/1) pagi. Dia mengaku beristirahat terakhir di Wates Kulonprogo sebelum melanjutkan perjalanan ke gudang pupuk Purbalingga.
"Sampai di jalan ini, tiba-tiba gandengan oleng begitu saja. Lalu saya rem namun ternyata truk malah terguling," ujar Suud kepada Suara Merdeka di lokasi kejadian.
Suud ngotot mengaku masih sadar dan tidak mengantuk saat kejadian. Dia juga mengaku cukup istirahat dab berhati-hati dalam mengemudikan truk tersebuit. Dia berdalih, jika dalam kondisi mengantuk truk langsung nyelonong tampa sempat menginjak rem.
Tergulingya truk tersebut mengakibatkan jalan lingkar selatan sedikit tersendat. Maklum meskipun gandengan belakang truk terguling hingga ke persawahan, namun bagian depan truk yang juga terguling masih di badan jalan.
Sejumlah petugas dari Satlantas Polres Kebumen tampak mengatur arus lalu lintas.

Sumber: Suara Merdeka

Sanadi, Pelestari Alkom Tradisionil

Jumat, 20 Januari 2012


Kebumen - Thong....thong....thong...! kisaran pukul 10.00 Wib. terdengar suara kenthongan dari dalam ruangan lantai 2 bidang Kominfo Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, yang masih menyatu di komplek Setda Kebumen. Suara tersebut pertanda bunyi kenthongan yang dipukul Sanadi (70) warga Rt. 4 Rw. 4 desa Pandansari Sruweng, menjajakan alat tradisionil yang sudah jarang dipakai warga (19/1).

Ketika istirahat di Mushola Al Amanah belakang kantor Bappeda, Sanadi mengungkapkan, berjualan kenthongan dia lakoni sejak masih muda, dulu di desanya banyak pengrajin kenthongan kini tinggal beberapa orang saja.

Wilayah jualan mencapai Purworejo, Cilacap, dan Banyumas, dengan angkutan bus, tetapi kalau hanya di kota Kebumen dan Gombong cukup menggunakan sepeda onthel.

Biasanya dalam sebulan bisa tiga kali berjualan, sekali berangkat minim membawa lima buah, dengan harga rata-rata 25 ribu rupiah, dan biasanya bisa laku tiga sampai empat buah.

Bahan baku diperoleh dari beli batang kayu di dusunya, kisaran 100 sampai dengan 150 ribu dan dapat di buat menjadi 10 buah.Bapak dari delapan anak tesebut, ketika ditanya apa ada anak yang nuruni, di jawab : ”sampai dengan sekarang belum ada, Kebanyakan merantau di Jakarta, tetapi kalau ada yang dirumah, menjadi tukang kayu untuk mebelair”.

Di sela-sela produksi kenthongan, dia juga membuat dan menjual ”Ondo” atau tangga dari bambu, dan berkebun. ”Patut di acungi jempol, karena di era serba tinggal pencet, dirinya dengan kesabaran berputar-putar dari kampung ke kampung menjajakan alat komunikasi tradisionil tersebut”, Ujar Kinanto, Karyawan Dishubkominfo yang masih berkantor di komplek Setda tersebut.
 

Penetapan 12 Perda Kabupaten Kebumen

Rabu, 18 Januari 2012





KEBUMEN-Rapat Paripurna DPRD Acara Penetapan 12 (Dua Belas) Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen dilaksanakan di ruang sidang DPRD Kabupaten Kebumen Rabu (18/1). Hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Kebumen, Ketua, wakil ketua dan anggota DPRD Kabupaten Kebumen, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen, Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati Kebumen, Sekretaris DPRD Kebumen, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Kantor, Kepala Satuan, Kepala Bagian, Camat se-Kabupaten Kebumen.
Bupati Kebumen H Buyar Winarso,SE dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Bupati Kebumen Djuwarni, Amd.Pd menyampaikan sebagaimana diatur dalam Pasal 136 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa Peraturan Daerah ditetapkan oleh Kepala Daerah setelah mendapatkan persetujuan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Setelah Rancangan Peraturan Daerah dibahas secara intensif melalui serangkaian tahapan sesuai mekanisme yang telah diatur dalam Tata Tertib DPRD Kabupaten Kebumen dan melalui proses konsultasi baik ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian terkait maupun konsultasi ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta telah mendapat evaluasi dari Menteri Keuangan melalui Surat Menteri Keuangan Nomor : S-1018/MK.7/2011, tanggal 15 Desember 2011, perihal: Hasil Evaluasi Raperda Kabupaten Kebumen dan Evaluasi Gubernur Jawa Tengah melalui Surat Gubernur Jawa Tengah Nomor : 180/23499, tanggal 30 Desember 2011, perihal : Penyampaian Hasil Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen, pada hari ini dapat diagendakan Rapat Paripurna DPRD dengan acara Penetapan 12 (dua belas) Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen.

Adapun 12 (dua belas) Peraturan Daerah dimaksud, yaitu :
1. Peraturan Daerah tentang Pajak Hotel;
2. Peraturan Daerah tentang Pajak Restoran;
3. Peraturan Daerah tentang Pajak Hiburan;
4. Peraturan Daerah tentang Pajak Reklame;
5. Peraturan Daerah tentang Pajak Penerangan Jalan;
6. Peraturan Daerah tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan;
7. Peraturan Daerah tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor;
8. Peraturan Daerah tentang Retribusi Terminal;
9. Peraturan Daerah tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil;
10. Peraturan Daerah tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan;
11. Peraturan Daerah tentang Retribusi Izin Gangguan;
12. Peraturan Daerah tentang Retribusi Izin Trayek.
 

KKN Mahasiswa UNSOED Purwokerto




KEBUMEN - Untuk memberikan pengalaman dan nilai tambah serta kesempatan khususnya bagi mahasiswa, mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama di bangku kuliah Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kebumen. Penerimaan Mahasiswa KKN UNSOED Purwokerto sebanyak 342 Mahasiswa dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Rabu (18/1).

Acara penerimaan dihadiri oleh Kepala Badan, Dinas Kantor dan Bagian terkait di jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen, Ketua lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Camat Alian, Camat Kuwarasan, Dosen Pembimbing Lapangan KKN Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Pelaksanaan KKN direncanakan berlangsung selama 35 hari, mulai dari tanggal 18 Januari 2012 dan berakhir tanggal 21 Februari 2012 dengan lokasi Seluruh Desa yang ada di Kecamatan Alian berjumlah 16 Desa dan 22 Desa di Kecamatan Kuwarasan.

Bupati Kebumen H Buyar Winarso,SE dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan apresiasi kepada segenap Civitas Akademika Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Karena Kabupaten Kebumen untuk kesekian kalinya masih dipercaya menjadi lokasi KKN dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Untuk itu saya minta kepada Camat Alian dan Camat Kuwarasan agar dilaksanakan penyerahan mahasiswa KKN kepada Para Kepala Desa terkait. Sehingga para mahasiswa maupun kepala desa saling memahami peran dan fungsi masing-masing serta terjalin koordinasi dengan baik.

Bupati memandang kegiatan KKN ini merupakan bagian pengamalan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, sesuai dengan tujuan pengabdian tersebut, kita harus memahami kondisi masyarakat yang ada, sebagai referensi melaksanakan kegiatan KKN. Diantaranya : memahami apa yang dibutuhkan masyarakat, baik sarana dan prasarana fisik maupun non fisik yang mengarah pada peningkatan kualitas desa maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 

Pelatihan kader POS PAUD Se-Kabupaten Kebumen Tahun 2012




KEBUMEN-Untuk meningkatkan kualitas Kader PAUD serta penyelenggaraan kegiatan PAUD khususnya di Kabupaten Kebumen, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kebumen mengadakan Pelatihan bagi Kader Pos PAUD se-Kabupaten Kebumen di Gedung PKK Kebumen Rabu 18 Januari 2012.



Pelatihan yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Forum PAUD Kebumen, Ketua HIMPAUDI Kabupaten Kebumen, Ketua Paguyuban Kader Pos PAUD Se Kabupaten Kebumen dengan menghadirkan narasumber dari Yogjakarta Setyohadi Purwanto, M.Pdi dan Kabid Pendidikan Anak Usia Dini Pada Dinas Dikpora Ibu Hj. Murni Setyowati, SH.

Dalam sambutan tertulisnya ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kebumen yang disampaikan oleh Ibu Dra. Farita Listiyani menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Forum PAUD Kabupaten Kebumen selaku penyelenggara atas terlaksananya pelatihan bagi kader Pos PAUD.Sebagaimana diketahui, pembentukan karakter seorang anak akan dipengaruhi oleh proses tumbuh kembang saat di usia dini/pra sekolah. Untuk itu diperlukan integritas kegiatan yang berhubungan langsung dengan peningkatan pendidikan bagi anak usia dini salah satunya melalui Pos PAUD. Dimana melalui Pos PAUD, anak usia dini akan mendapatkan pendidikan seiring perkembangan usianya termasuk pemantauan terhadap tumbuh kembang anak, sesuai dengan tujuan Pos PAUD yaitu : memberikan wahana bermain yang mendidik bagi anak usia dini, juga memberikan contoh kepada orangtua dan keluarga tentang cara-cara pemberian rangsangan pendidikan untuk dilanjutkan dirumah.

Selanjutnya, demi tercapainya tujuan pembangunan nasional, yakni Pembangunan Manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya, harus dimulai dari mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas. Termasuk salah satunya melalui pendidikan anak sejak usia dini, yang berorientasi pada konsep dasar pembinaan tumbuh kembang anak, mencakup pengembangan pendidikan, kesehatan, sosial dan agama.

Mengingat PAUD merupakan jalur pendidikan non formal serta tumbuh berbasis masyarakat, maka melalui pelatihan ini para Kader PAUD diharapkan dapat mengetahui dan menambah wawasan dalam mengoptimalkan lingkungan pembelajaran serta pendidikan karakter bagi anak usia dini. Sebab usia anak 0 sampai dengan 5 tahun, merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Usia tersebut merupakan usia penting bagi pengembangan intelejensi permanen, dimana pada masa ini kemampuan anak-anak kita dalam menyerap informasi sangat tinggi. Kecerdasan pada usia ini sangat dipengaruhi oleh rangsangan/stimulus yang diperoleh dari orangtua maupun lingkungan, termasuk pengasuh maupun pendidik dalam kaitan ini adalah Para Kader PAUD.

Lebih lanjut, hal lain yang perlu mendapatkan perhatian berkait dengan tumbuh kembang anak adalah kesehatan anak, termasuk pengawasan gizi anak. Sebab, kondisi gizi anak akan sangat mempengaruhi perkembangan psikologisnya. Dimana hal ini juga dapat dicapai melalui Pengoptimalan layanan Pos PAUD yang penyelenggaraannya diintegrasikan dengan Layanan Bina Keluarga Balita (BKB) dan Posyandu.

Tiga Ribu Bakau Ditanam, 18 Januari 2012

KEBUMEN-Sebanyak 3 ribu bibit bakau ditanam di muara Sungai Suwuk, yang masuk wilayah Kecamatan Buayan, Kebumen. Penanaman pohon untuk mengantisipasi erosi dan abrasi itu dilakukan secara simbolis oleh Dandim 0709 Letkol Inf Dany Rakca Andalasawan SAP.

Hadir Kapolsek Buayan AKP Tamsil Margiono SH, Camat Buayan Supoyo SSos dan Danramil dari Perhutani Haryono. Masing-masing secara serempak menanam satu bibit bakau di tebing sungai tersebut. Selanjutnya diikuti oleh personel TNI dan warga setempat.

Dandim Dany Rakca mengatakan, penanaman di sekitar Pantai Suwuk itu dilaksanakan untuk kesekian kalinya. Kendati demikian, bibit pohon yang ditanam di salah satu objek wisata unggulan Kebumen tersebut masih kurang. Pasalnya, di daerah pantai yang terdapat pegunungan itu masih terdapat lahan yang gersang.

Dataran Tinggi

Pihaknya berharap agar dilaksanakan kembali penghijauan di wilayah tersebut. Kali ini, bantuan bibit tembakau yang ditanam itu merupakan bantuan dari Kasdam V Brawijaya, Brigjen Setyo Sularso, yang merupakan warga asli Kebumen. "Penanaman ini salah satu kegiatan dalam rangka mitigasi bencana," jelasnya.

Penanaman tersebut juga untuk mengantisipasi erosi dan abrasi. Dany Rakca mengatakan, wilayah Kebumen rawan bencana. Pihaknya pun berharap agar ada kesiapsiagaan dari semua pihak untuk menghadapi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu tersebut. Akhir-akhir ini yang kerap turun hujan, kata Dandim, rawan terjadi banjir dan longsor.

Banjir yang terjadi rupanya tidak hanya berada di wilayah dataran rendah saja. Di daerah pegunungan seperti Karangsambung dan Alian juga rawan banjir. Bahkan beberapa waktu lalu terjadi banjir di Alian akibat luapan Sungai Kedungbener.

Longsor juga tidak hanya berada di pegunungan, tetapi terjadi di wilayah sekitar pantai. Buluspesantren yang mengalami longsor di tebing Sungai Luk Ulo. (K5-84)
sumber : koran suaramerdeka edisi Rabu 18 Januari 2012

Tiga Avanza Kecelakaan Karambol

Selasa, 17 Januari 2012

KEBUMEN- Tiga Avanza yang masing-masing berplat AB mengalami kecelakaan karambol di Jalan Kutoarjo, Desa Kaliputih, Kecamatan Kutowinangun, Senin (16/1). Kecelakaan karambol itu juga melibatkan satu sepeda motor AD-3256-QL.
Pembonceng motor, Samini Apriani (48), warga Njetak Kidul RT 1 RW 7, Kragan, Klaten, itu kritis dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kutowinangun, Kebumen. Selain patah tulang pada kaki, korban yang dibonceng suaminya, Suprioto (52) itu juga luka parah di kepala.
Saksi mata, Sutar (42), warga Kutowinangun mengemukakan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 08.30. Avanza AB-1335-QH melaju beriringan dengan Avanza AB-1690-RE dari arah timur. Masing-masing Avanza itu berwarna hitam.
Dari arah berlawanan datang Avanza silver AB-1338-BD. "Avanza silver itu tiba-tiba oleng dan melewati marka jalan," kata Eko Riyanto (34), warga Yogyakarta yang mengemudikan Avanza hitam AB-1335-QH itu.
Mobil Rental
Mobil rental yang dikemudikan Eko itu lantas banting setir. Namun keburu menabrak Avanza silver pada bagian belakang. Sepeda motor yang tengah melintas dari arah timur pun ikut dihantam mobil tersebut. Dan, Avanza AB-1690-RE yang dikemudikan Bardiman (40), warga Sleman itu menyeruduk dari belakang.
Mobil tersebut baru berhenti sesaat setelah menabrak bak sampah permanen di tepi jalan. Disusul kemudian Avanza silver. Dua Avanza itu ringsek pada bagian depan, sedangkan satu lagi rusak pada bagian bumper belakang hingga roda kiri belakang pecah. Sementara pembonceng motor terpental dan terjerembab di jalan beraspal.
Kejadian itu mengundang warga setempat untuk mendatangi lokasi kejadian. Mereka lantas menolong korban dan membawanya ke rumah sakit. Petugas Lantas Polres Kebumen mendatangi lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Selanjutnya mendatangkan mobil derek.
Tiga Avanza yang mengalami kejadian nahas itu dibawa ke Pos Lantas Kutowinangun. Para pengemudi mobil tersebut dimintai keterangan di Kantor Lantas Polres Kebumen. Kasus kecelakaan tersebut masih ditangani petugas. (K5-84)

Warga Kebumen Dibunuh di Garut

KEBUMEN - Seorang pecinta alam, Ade Darma Rifai (36), warga Dukuh Kranggan, Kelurahan Bumirejo RT 5 RW 3, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, tewas dibunuh di Kampung Jisitu, Jalan Munyul, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Korban yang mengalami luka bacok dan memar itu dibawa ke rumah duka, Minggu (15/1) dini hari.  Pemakaman pada siang sekitar pukul 13.00. Teman korban dari Garut ikut mengantar jenazah ke rumah duka.

Cecep (39), warga Garut yang ditemui Suara Merdeka saat melayat kemarin mengemukakan, kasus pembunuhan tersebut masih ditangani Polres Garut. Dan, pelakunya sudah ditangkap, sebanya 6 orang. "Tetapi masih terus dikembangkan,รฎkatanya.

Dia menceritakan, kasus pembunuhan itu dipicu masalah sepele, yakni senggolan di salah satu tempat hiburan di Garut pada Selasa (10/1). Orang yang kesenggol itu dikenal bernama Aib dan Unyil. Kendati sudah dilerai oleh teman-teman korban, ternyata masalah itu masih berbuntut.

Cecep pun berupaya menyelesaikan secara kekeluargaan. Dia bersama Hardi (32), warga Garut yang ikut melayat di rumah duka kemarin, lantas meminta dipertemukan dengan Aib dan Unyil.

Saat sudah disanggupi, ternyata hingga hari berikutnya, Rabu dan Kamis belum ada pertemuan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Seorang utusan Aib dan Unyil yang diketahui bernama Dede Nori, menelepon Cecep dan menyatakan masalah tersebut sudah clear (selesai). Cecep dan Hardi pun lega.(K5-45)

Nelayan Kebumen Panen Raya Lopster dan Rajungan


image

PANEN RAJUNGAN: Nelayan melelang rajungan hasil tangkapan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kebumen, Minggu (15/1). (suaramerdeka.com/ Supriyanto)
KEBUMEN, suaramerdeka.com - Ombak besar dengan iringan angin barat tidak menyurutkan sebagian nelayan di Kecamatan Ayah, Kebumen untuk tetap melaut. Bagaimana tidak, saat inilah waktu para nelayan tengah dapat panen raya rajungan dan lopster.
Apalagi menjelang perayaan Imlek ini, harga kedua komoditas tersebut bisa melonjak tinggi. Harga rajungan misalnya, jika hari normal sebesar Rp 25.000/kg menjelang hari raya Imlek tembus Rp 30.000 hingga Rp 32.000/kg.
Begitu juga dengan lopster, juga mengalami peningkatan harga. Lopster dengan ukuran 2 ons harganya bisa mencapai Rp 370.000/kg. Sedangkan untuk lopster ukuran 5 ons bisa mencapai lebih dari Rp 700.000/kg. "Sekarang harga lopster dan rajungan memang naik," ujar Sutarman (45) nelayan di Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah kepada suaramerdeka.com, Minggu (15/1).
Budi Triyono (43), nelayan lain menyampaikan, panen lopster menjelang Imleks ini cukup menguntungkan nelayan. Bagaimana tidak meski hasil tangkapan sedikit nilai produksinya tetap tinggi. "Ya tentu lebih baik daripada menangkap ikan layur yang harganya hanya Rp 17.000/kg," ujar Budi yang mengaku dalam sehari mampu meraup hasil tangkapan lebih dari Rp 1 juta.
Sementara itu, Karmini (43) dan Tarsiyah (40) pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Argopeni menyampaikan, setiap menjelang Imlek harga rajungan dan lopster meningkat. Setelah Imlek, harga akan kembali stabil. "Selain untuk luar daerah, pasokan untuk lokal Kebumen juga meningkat," ujar Tarsiyah.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kebumen Saman mengakui, ombak besar yang disertai angin kencang cukup membahayakan bagi nelayan. Untuk itu, dia mewajibkan bagi para nelayan di Kebumen untuk memakai pelampung saat melaut.

Pemkab Kebumen Launching Kartu PNS Elektronik

Minggu, 15 Januari 2012

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Pemkab Kebumen bekerja sama dengan Bank Jateng Cabang Kebumen melaunching Kartu PNS Elektronik (KPE). Selain sebagai identitas pegawai negeri, KPE juga bisa dimanfatkan untuk berbagai layanan perbankan, fasilitas kesehatan, Taspen, Taperum dan fungsi lain untuk mendukung profesionalisme PNS.
Launching dan sosialisasi KPE digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (12/1). Hadir Bupati Kebumen H Buyar Winarso SE, Plt Sekda Drh H Djatmiko, Pemimpin Cabang Bank Jateng Kebumen Suparyo SE, Devisi Pemasaran Bank Jateng Kantor Pusat Agung Setiawan SE dan tim pemasaran Bank Jateng di wilayah Magelang. Acara diikuti 200 peserta yang terdiri atas para pejabat dan PNS di lingkungan Pemkab Kebumen.
Pemimpin Cabang Bank Jateng Kebumen Suparyo SE menyampaikan, KPE dapat difungsikan sebagai kartu ATM Bank Jateng. Layanan yang bisa didapatkan antara lain, penarikan uang tunai, pindah saldo antar rekening, transfer antar rekening nasabah Bank Jateng atau Bank Kerjasama, hingga pembayaran tagihan kartu Hallo Telkomsel.
Selain menggunakan sistem online, imbuh Suparyo, pengambilan gaji masih bisa dilakukan secara manual di kantor layanan Bank Jateng. Jika tidak memiliki waktu, bisa juga diambil secara kolektif dengan surat kuasa melalui bendahara masing-masing instansi. Bagi yang masih memakai sistem tradisional juga masih dilayani.
"Yang jelas dengan KPE dapat memudahkan sistem penggajian di Pemkab Kebumen," ujar Suparyo SE dalam sosialisasinya.

Wakil Ketua DPRD Kebumen Dilaporkan ke Polisi

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Tidak terima atas perlakuan kasar terhadap dirinya, Misbachul Munir (22) warga Desa Selokerto, Kecamatan Sempor melaporkan Wakil Ketua DPRD Kebumen Agus Kurniawan (42) ke Polsek Sempor, Kamis (12/11). Pemuda yang sehari-hari bekerja di Happy Valley Sempor itu melaporkan telah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh wakil rakyat tersebut.
Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) dengan nomor STPL/01/I/2012/Jateng/Res Kbm/Sek Spr itu ditandatangi oleh Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) III Aipda Priyono. Dalam laporannya, Misbachul mengaku ditampar di bagian pipi sebelah kiri sebanyak dua kali dengan menggunakan tangan terbuka.
Akibat penamparan itu, dia mengalami luka memar bahkan sampai mengeluarkan darah. Selain itu, malam setelah kejadian dia sempat dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong.
Menurut Misbachul Munir, peristiwa itu terjadi di Happy Valley Resort, Rabu (11/1) sekitar pukul 22.25. Kejadian itu bermula ketika datang warga Dusun Kaliputih, Desa Sempor yang memberitahukan kabar kematian warga di sekitar kafe. Hal
itu dimaksudkan agar kafe menghentikan musik dahulu. Korban yang sehari-hari bertanggungjawab mengurusi tempat karaoke itu bersama satpam dan warga masuk kafe.
Saat musik diberhentikan, ternyata Agus yang sedang asyik berkaraoke tidak terima. Sempat terjadi adu mulut dan Agus yang datang bersama sejumlah temannya mendekati korban. Selanjutnya korban mengaku didorong kepalanya sebelum ditampar di pipi sebelah kiri sebanyak dua kali. Saat kejadian, anggota dewan tersebut diduga dalam kondisi terpengaruh minuman keras.
"Sakit sekali. Saat itu saya tidak melawan," ujar Misbachul Munir kepada Suara Merdeka di sela-sela pemeriksaan di Polsek Sempor.
Sementara itu, Agus Kurniawan kemarin siang tampak mendatangi Mapolsek Sempor. Politikus Partai Demokrat itu datang seorang diri dengan mengendarai mobil dinasnya Toyota Kijang warna hitam dengan nomor plat AA-7183-ZA. Di Mapolsek Agus sempat berbincang dengan keluarga korban untuk menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan.
"Saya punya niat baik untuk menyelesaikan permasalahan ini," ujar Agus Kurniawan meminta agar perkara tersebut tidak dibesar-besarkan.
Kapolres Kebumen AKBP Heru Trisasono melalui Kapolsek Sempor AKP M Yusuf membenarkan terkait laporan perkara penganiayaan yang melibatkan anggota dewan. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi kejadian termasuk saksi korban. Selain itu juga surat visum dari rumah sakit.

191 Hektare Sawah di Kebumen Puso akibat Banjir

191 Hektare Sawah di Kebumen Puso akibat Banjir

KEBUMEN--MICOM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispernak) Kebumen, Jawa Tengah, memastikan sawah yang mengalami puso akibat dilanda banjir mencapai 191 hektare (ha).

Wilayah yang lahan sawahnya puso tersebut merupakan rendah dengan ketinggian hanya delapan meter di atas permukaan laut (mdpl). Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp200 juta.

Kepala Bidang Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Machasin mengatakan dari sekitar 800 ha sawah yang terendam dipastikan 191 ha
di antaranya puso. "Sehingga petani harus kembali mengganti tanaman padi yang puso tersebut. Karena umumnya padi yang terendam usianya di bawah 30 hari," kata Machasin, Jumat (13/1).

Daerah yang terendam banjir dan merupakan dataran rendah tersebut, kata Machasin, di antaranya Kecamatan Puring dan Bonorowo. Selain dua kecamatan tersebut, sawah yang puso juga berada di Kecamatan Adimulyo, Ambal, dan Kuwarasan. "Rata-rata biaya penggarapan setiap hektare sawah mencapai Rp1,15 juta. Maka kerugian akibat banjir Rp200 juta lebih," jelasnya. (LD/OL-01)

Pencopotan Manajer PLN Kebumen Dipertanyakan

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Dukungan untuk Joko Handoyo, manajer PT PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Kebumen yang dicopot dari jabatannya terus mengalir. Dukungan diberikan oleh para mitra kerjanya di PLN, asosiasi dan sejumlah koleganya di Kebumen.
Salah satu dukungan diberikan oleh Ketua DPC Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Cilacap, Kuswan Hasan. Menurut Kuswan, komunikasi Joko Handoyo dengan para kontraktor listrik cukup baik. "Saya melihat, Joko merupakan salah satu manajer yang enerjik dan mudah bekerjasama dengan mitra," ujar Kuswan Hasan kepada Suara Merdeka, Rabu (11/1).
Menanggapi adanya pencopotan Joko yang diduga hanya berdasarkan SMS gelap, Kuswan justru mempertanyakan kebijakan itu. Dia berpendapat agara manajemen PLN lebih menerapkan asas praduga tak bersalah. Menurutnya, sebelum ada keputusan perlu klarifikasi dan pembuktian.
Dengan demikian, keputusan yang dikeluarkan dapat diterima semua pihak dan tidak menimbulan prasangka. "Jauh sebelum ada surat keputusan ini memang muncul isu. Kemudian saya klarifikasi kepada petugas pelaksana, ternyata tidak ada masalah dan mereka merasa baik-baik saja," tandas Kuswan.
Seperti diberitakan (SM,11/1) jajaran PLN UPJ Kebumen bergejolak menyusul pencopotan manajernya Joko Handoyo. Keputusan pencopotan tersebut diduga hanya didasarkan pada SMS gelap. Joko dituduh mengadakan rapat dengan pengurus Paguyuban Pelaksana Instalasi (PPI) dan mewajibkan semua Biro Tehnik Listrik (BTL) bila bon KWH meter harus membayar Rp 1,5 juta. Dalam SMS itu disebutkan, kegiatan itu sudah berjalan selama satu tahun.
Dalam Surat Keputusan Nomor 10283.K/431/GM.DJTY/2011 yang ditandatangi oleh General Manajer PLN Distribusi Jateng dan DIY Denny Pranoto, Joko Handoyo dicopot dari jabatan manager PLN UPJ Kebumen. Selanjutnya dia dimutasi menjadi Asisten Analis Managemen Mutu di PLN APJ Yogyakarta.

Rustriningsih: Saya Belum Kepikiran Maju Kembali

SEMARANG, suaramerdeka.com - Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih masih belum berpikir untuk kembali mencalonkan dirinya dalam pemilihan gubernur (Pilgub) 2013 mendatang. Menurutnya banyak pelajaran yang bisa dipetik dari keterpilihannya mendampingi Gubernur Bibit Waluyo pada tahun 2008, namun saat ini ia akan lebih fokus menyelesaikan jabatannya sebagai wakil gubernur.
Mantan Bupati Kebumen tersebut mengaku cukup antusias mengikuti perkembangan regulasi yang akan menjadi pedoman dalam Pilgub mendatang. Apalagi momentum tersebut dinilainya sangat monumental dan bakal memberikan pengaruh yang cukup besar pada proses pemilu legislatif serta pemilihan presiden pada tahun 2014.
"Saya ingin fokus menyelesaikan tugas menjelang berakhirnya masa jabatan semaksimal bagi Jateng meski dengan kewenangan yang sangat terbatas. Saya juga belum kepikiran ke sana (maju), sementara saya ikuti terus perkembangannya," ungkap Rustri.
Saat disinggung apakah sudah ada partai politik (parpol) yang melakukan pendekatan terhadap dirinya, Rustri menganggap proses silaturahmi dengan banyak pihak termasuk partai cukup bagus. Menurutnya kesempatan untuk maju itu nantinya pasti akan berujung pada harapan untuk menang dan hal ini sangat terkait dengan amanah.
Bagi Rustri, amanah ini tidak bisa lepas dari garis yang di atas. "Hal ini tidak mudah karena amanah itu artinya kembali kepada yang Maha Kuasa. Mau dikejar seperti apapun jika bukan kesempatan atau jatah kita maka sangat sulit direalisasikan,'' paparnya.

780 Hektar Sawah Terancam Puso

KEBUMEN, KOMPAS.com — Sekitar 780 hektar areal sawah di Kabupaten Kebumen terancam gagal panen (puso) akibat terendam banjir sejak pekan lalu. Bahkan, sebagian petani saat ini mulai menanam ulang karena benih padi berusia muda di sawah mereka sudah mati terendam banjir.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kebumen, genangan banjir sejak awal tahun telah merendam areal persawahan di enam kecamatan dengan total luas 780 hektar.
Wilayah yang kebanjiran, antara lain, adalah Kecamatan Petanahan seluas 13 hektar (ha), Kecamatan Kuwarasan (164 ha), Kecamatan Puring (295 ha), Kecamatan Prembun (184 ha), dan Kecamatan Bonorowo (124 ha). Luas tersebut belum termasuk wilayah lain yang dua hari terakhir mulai terendam banjir, seperti Kecamatan Adimulyo, Kutowinangun, Mirit, dan Ambal.
Wardoyo (39), Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya Desa Sidobunder, Kecamatan Puring, Selasa (10/1/2012), mengatakan, tanaman cepat mati sebab usia padi saat terendam banjir masih sangat muda. Dia telah mengeluarkan modal sekitar Rp 1,5 juta untuk biaya penanaman dan benih, dari sawah seluas satu hektar yang digarapnya.
"Saya terpaksa mengganti sepertiga tanaman yang sudah mati. Jika tidak tanam ulang, modal biasanya hanya Rp 1,25 juta per hektar. Namun, walau sudah diganti, belum aman juga kalau hujan masih terus turun," katanya.
Wardoyo menyebutkan, menanam padi di lahan yang digenangi air memang bisa dua hingga tiga kali menunggu curah hujan menurun. Pertama kali tanam lebih banyak untuk spekulasi.
"Kalau curah hujan sedang, meski sawah tegenang, air cepat surut. Tanaman tidak sampai mati. Tapi kalau curah hujan tinggi, itu yang membuat petani harus tanam sampai tiga kali, bahkan pernah empat kali," ucap Rukiyat (45), petani lain di Desa Prembun, Kecamatan Prembun, yang menanami ulang separuh dari lahan seluas 3.000 meter persegi miliknya yang terendam banjir.
Petani menanam ulang padi yang mati dengan mengambil sebagian rumpun padi yang sudah mulai menghijau. Rukiyat mengaku, jika memakai semaian yang baru, masa tanam akan berbeda antara tanaman yang baru dengan tanaman yang sudah ditanam sebelumnya.
Dia berharap setelah ditanami ulang sawahnya tidak terendam banjir lagi. Selain menambah biaya benih, musim panen juga akan tertunda. "Mau bagaimana lagi. Kalau tidak ditanami sayang juga, tetapi nanti kalau terendam lagi akan menambah ongkos produksi," katanya.

Sungai Kedungbener Meluap, Krakal Kebanjiran

banjir
KEBUMEN, suaramerdeka.com - Hujan deras yang melanda kawasan hulu mengakibatkan Sungai Kedungbener, Kebumen meluap, Selasa (10/1) sore. Bahkan luapan sungai sampai menggenangi sejumlah ruas jalan di Kecamatan Alian.
Dari pantauan Suara Merdeka di lapangan, ruas jalan yang tergenang antara lain dua titik jalan di Desa Krakal dan satu titik di timur balai Desa Krakal. Air menggenangi jalan sepanjang 100 meter dengan ketinggian hingga satu paha orang dewasa. Banjir juga merendam jalan penghubung ke Desa Plumbon.
Kasimin (63) warga Desa Krakal mengatakan, hujan turun mulai pukul 14.30 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Hingga pukul 16.00 WIB, air masih belum surut. "Ini adalah banjir yang terbesar selama musim penghujan tahun ini," ujar Kasimin.
Tahun 2010 lalu, tutur Kasimin, pernah terjadi banjir bandang di Sungai Kedungbener. Saat itu rumahnya sampai terendam banjir sampai 90 cm. "Tahun 1990-an juga pernah banjir besar," ujar Kasimin seraya berharap adanaya penangan agar Desa Krakal tidak menjadi langganan banjir.
Sementara itu, air bah juga menggenangi ruas jalan di Desa Kalirancang. Akibatnya, warga yang berkendara dari arah Desa Sruni menuju ke Krakal atau sebaliknya, harus memutar melalui Desa Kalijaya. Namun begitu, ada pula warga yang nekat melintas meski banjir cukup dalam menggenangi jalan.
Selain banjir, Jalan Wadasmalang-Krakal tepatnya di Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung juga tertimbun tanah longsor. Akibatnya, jalur tersebut sempat tidak bisa dilewati. Beruntung, warga langsung bergotong-royong menyingkirkan material longsoran hingga bisa segera dilewati.

Erosi, DAS Luk Ulo Kritis

KEBUMEN - Daerah Aliran Sungai (DAS) Luk Ulo sudah dalam kondisi kritis. Selain mengikis lahan pertanian, erosi di DAS tersebut menerjang pemukiman warga baik di hulu hingga hilir sungai.

Pemetaan erosi di DAS Luk Ulo pernah dilakukan oleh Puguh Dwi Raharjo dan Saifudin peneliti Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pemetaan dilakukan tahun 2008 di DAS Luk Ulo hulu yang meliputi sub DAS Loning, Maetan, Medono, Lokidang, Cacaban, Gebang dan Welaran.
Dengan kajian menggunakan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografi, diketahui tingkat erosi sangat berat di DAS Luk Ulo hulu sekitar 1399.518 hektare dan erosi berat sekitar 1564.231 hektare. Hal ini menunjukkan, sebagian wilayah dalam DAS Luk Ulo hulu sudah mempunyai tingkatan erosi kritis.

Daerah dengan tingkat erosi sangat berat terdapat di sekitar Desa Wadasmalang, Langse, Wonotirto, Kalibening, Pesangkalan, Kebutuhjurang, Seboro, Pagedangan, Gunungjati, Kebondalem, Duren, Lebakwangi dan Kedunggong. Sedangkan tingkat erosi berat paling banyak ditemukan di Desa Giritirto, Pesangkalan, dan tersebar merata pada DAS dengan luasan yang kecil.

Tingginya tingkat erosi di DAS Luk Ulo terlihat dari sedimen-sedimen yang dihasilkan. Proses terkikisnya dan terangkutnya tanah oleh media alami yang berupa air memberikan sedimentasi yang tinggi pada sungai dan terendapkan membentuk poin bar-poin bar.

Mendominasi DAS

Erosi ini dapat mempengaruhi produktivitas lahan yang biasanya mendominasi DAS bagian hulu dan dapat memberikan dampak negatif pada DAS bagian hilir yakni sekitar muara sungai yang berupa hasil sedimen.
Secara administrasi, DAS Luk Ulo berada di tiga kabupaten. Yakni Kebumen, Banjarnegara, dan Wonosobo. DAS Luk Ulo mempunyai anak-anak sungai antara lain Kali Kating, Sentol, Kedungbener, Gebang, Cacaban,  Mondo, Cangkring, Loning dan Maetan dengan luas 675,53245 km2. Adapun yang masuk wilayah Kebumen seluas 572,84365 km2.

Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (Forum-DAS) Kebumen M Sudjangi membenarkan kondisi itu. Kerusakan DAS Luk Ulo dipicu oleh perubahan tata guna lahan akibat naiknya tingkat kebutuhan hidup manusia serta lemahnya penegakan hukum. Perubahan bentuk lahan berpengaruh terhadap kondisi tanah, tata air (hidrologi), potensi bahan tambang, potensi bencana seperti banjir, erosi, dan longsor lahan, dan vegetasi.

Tiga Rumah Hancur Diterjang Longsor

KEBUMEN- Tiga rumah di Desa Muktisari, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen hancur diterjang longsor. Tidak ada korban jiwa menyusul ambrolnya tebing Sungai Luk Ulo yang mengenai rumah berderet tersebut.
Rumah milik Suripto (56), yang dihuni oleh 4 orang itu telah dikosongkan sebelumnya. Pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Kebumen itu pindah ke tempat saudaranya. Begitu juga rumah milik Marsono yang dihuni 7 orang, yang terdiri atas 3 KK, pindah ke rumah tetangga.

Satu rumah lagi yang hancur, hanya terbawa longsoran pada bagian belakang. Penghuni rumah tersebut, Sukardi (74), beserta istrinya, masih memanfaatkan bangunan rumahnya yang tersisa di bagian depan. “Ini pun kami sudah berancang-ancang untuk mengungsi,” kata Sukardi.
Dia yang tidak memiliki tempat tinggal lain itu mengaku akan mengungsi ke rumah anaknya yang masih berada di satu desa tersebut. Rumahnya yang hancur itu membuatnya sedih. Selama puluhan tahun, ia sudah menempati rumah itu. Sebelum berulangkali terjadi longsor, pada bagian belakang rumahnya masih terdapat pekarangan yang berjarak 70 meter, dari tebing Sungai Luk Ulo ke pondasi belakang rumahnya. Di pekarangan tersebut terdapat rerimbunan pohon.
Kini, menyusul erosi sungai berkelok-kelok tersebut, tidak hanya pekarangan beserta pohon yang lenyap, tetapi mengenai rumah Sukardi dan dua tetangganya. Wahyu (35), salah satu anak  Marsono, pemilik rumah yang hancur itu mengaku hanya pasrah menghadapi kenyataan pahit tersebut. Terpaksa ia bersama keluarganya numpang di rumah tetangga.
Menurut Duhri (66), warga Muktisari, kejadian longsor yang berlangsung pada Rabu (4/1) dini hari lalu itu akibat penambangan pasir yang dilakukan secara terus menerus di Sunngai Luk Ulo. Selain itu juga penambangan tanah liat di tebing sungai tersebut.

Pembangunan Awal JJLS Dimulai dari Sebelah Barat

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Tahun 2012 pengerjaan fisik JJLS akan dimulai. Namun pembangunan tahap awal tidak dimulai dari timur seperti rencana awal. Akan tetapi pembangunan akan dimulai dari sebelah barat, yaitu dari Puring ke timur.
Pembangunan fisik ditangani oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Adapun saat ini proyek pembangunan tersebut masih dalam proses lelang di tingkat pusat.
"Untuk itu kami berkomitmen segera menyelesaikan pembebasan tanah," tandas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kebumen H Ahmad Sahli Syam ST MT.
Proyek JJLS di Kebumen melintasi 30 desa di delapan kecamatan dengan panjang keseluruhan mencapai 55,8 kilometer. Yakni dimulai dari Jembatan Wawar di Kecamatan Mirit yang berbatasan dengan Purworejo, hingga Kali Bodo di Kecamatan Ayah yang berbatasan dengan Kabupaten Cilacap. Sedangkan luas lahan yang dibutuhkan untuk proyek JJLS mencapai 1.197.419 m2.

Lowongan

 

© Copyright Ayo Ke Kebumen Januari 2012 | Design by Santo Zaq | Published by Ayo Ke Kebumen | Powered by Blogger.com.